Hi,
Salam kenal dari saya :)
Setelah sekian lama mencoba untuk aktif dalam bidang tulis menulis, akhirnya saya pun memilih untuk melanjutkan blog ini yang sudah sy buat sejak 2010 tp belum pernah diisi sama sekali... :D
Isi dalam blog ini murni dari buah pikiran saya pribadi, harap ngerti bila bahasanya agak ngawur :P
Kalau pun ada sumber info lain yang sy tambahkan nantinya akan saya publikasikan asal berita tersebut supaya tidak menimbulkan pro kontra diantara readers dan blogger :)
Di blog ini nantinya saya akan mencoba berbagi cerita tentang
kehidupan seorang Andi Muslihin yang penuh dengan suka, duka, tawa, sedih atopun gembira... :)
Sebelumnya saya minta maaf jika isi tulisan saya kurang disana-sini, tapi saya akn berusaha untuk selalu belajar dan menerima masukan saran, opini atopun pertanyaan temans yang berkunjung ke blog saya ini :)
![]() |
| Little Ullyx :D |
Saya lahir Tgl 18 Oktober 1981 di sebuah daerah terpencil Sulawesi Selatan yaitu Wawondula.
Daerah itu dulunya adalah sebuah kampung kecil dengan sedikit penduduk nya. Jaraknya sekitar 10-12 jam perjalanan melalui jalur transportasi darat dari Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar.
Namun setelah masuk nya produsen Tambang Nickel PT. INCO Canada mengeksplorasi sekitar daerah tersebut, akhirnya hingga sekarang daerah itu menjadi sebuah kota kecil yang padat jumlah penduduk nya.
Wawondula berlokasi agak jauh dari Ibukota kabupaten Luwu Timur, namun dekat dengan kota kecil Sorowako yang cukup dikenal masyarakat umum.
Di Sorowako pula lah akhirnya keluarga besar kami mulai menetap sampai sekarang.
![]() |
| (ki-ka): Ulla, Ully, Mami, Papi & Yayat |
My Lovely Parents
Nama Orangtua ku adalah H. Andi Azis .H dan Hj. Andi Nurhaedah.
Nama Orangtua ku adalah H. Andi Azis .H dan Hj. Andi Nurhaedah.
Sejak kecil saya terbiasa memanggil kedua orangtua saya dengan Papi' dan Mami'. Mereka adalah keturunan suku Bugis Bone-Soppeng. Umumnya nama depan
"Andi" identik dengan nama orang Bugis dan Makassar. Konon nama Andi
disebut sebagai nama gelar Kebangsawanan suku Bugis dan Makassar. Berarti nakke Bangsawan juga dongs klo gt !!! :D GUBRAKKK!!! Hahaha...
Pekerjaan Papi dulunya adalah buruh pabrik sebelum PT. INCO datang, klo tidak salah namanya PT. BETHEL dan akhirnya pindah ke PT INCO seiring kebutuhan karyawan saat itu (tahun 1981).
Pada tahun 1999 akhirnya Beliau pensiun dari PT. INCO sebagai Process Plant Supervisor dan sekarang sibuk dengan bidang Pertanian dan Peternakan. Selain itu papi membuka usaha Pengisian Air Minum Isi Ulang "BERKAH" di Rumah. Papi juga aktif dibidang Sosial Kemasyarakatan dan Dakwah Islam. Beliau menjabat sebagai dewan Syuro YPRI (Yayasan Pembina Rohani Islam) Kec. Nuha dan Anggota aktif Muhammadiyah.
Mami' seorang Guru di SD YPS Singkole Sorowako, beliau mulai aktif disitu sebagai pengajar sejak saya mulai masuk SD sekitar tahun 1989. Tahun lalu, 2012 adalah tahun Pensiun beliau mengabdi di SD tersebut.
Sekarang membuka tempat pengajaran Ngaji dirumah untuk anak-anak.
Fyi, Mami dulunya adalah seorang Pengaji yang sering menjuarai Lomba MTQ Tk. Kab dan Provinsi. Beliau bahkan pernah mewakili Sul-Sel untuk Lomba MTQ tingkat Nasional. Mami sebenarnya juga suka nyanyi, tapi tidak untuk konsumsi publik :D Selain mengajar mengaji, mami juga biasa dipanggil untuk menjadi pengajar musik Qasidah.
Walaupun begitu banyak kesibukan yang papi dan mami lakukan setiap hari, tapi tidak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai Orangtua yang merawat dan sabar menghadapi anak-anaknya yang nakal :)
Dan saya baru menyadari betapa berharganya jasa-jasa mereka dalam kehidupan ku saat ini...
Fyi, Mami dulunya adalah seorang Pengaji yang sering menjuarai Lomba MTQ Tk. Kab dan Provinsi. Beliau bahkan pernah mewakili Sul-Sel untuk Lomba MTQ tingkat Nasional. Mami sebenarnya juga suka nyanyi, tapi tidak untuk konsumsi publik :D Selain mengajar mengaji, mami juga biasa dipanggil untuk menjadi pengajar musik Qasidah.
Walaupun begitu banyak kesibukan yang papi dan mami lakukan setiap hari, tapi tidak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai Orangtua yang merawat dan sabar menghadapi anak-anaknya yang nakal :)
Dan saya baru menyadari betapa berharganya jasa-jasa mereka dalam kehidupan ku saat ini...
![]() |
| ki-ka: Ulla, Allu, Yayat, Ully |
The Brotherhood:
Saya adalah anak Pertama (Lahir tahun 1981),
Saya adalah anak Pertama (Lahir tahun 1981),
Adik saya:
- Andi Khaerullah a.k.a Ulla (Lahir tahun 1982),
- Andi Hidayatullah a.k.a Yayat (Lahir tahun 1987)
- Andi Fakhrur Razy a.k.a Allu (Lahir tahun 1989).
Kami empat bersaudara dengan gender Laki-laki, jadi hanya mami' saja yang perempuan dikeluarga kami :D hehehe...
Tetangga di Wawondula
Rumah tempat saya dilahirkan adalah rumah kontrakan kecil diWawondula, disitu dulunya tempat Papi menetap sebelum menikah dengan mami. Lokasi nya dekat dengan Terminal dan pasar Tradisional Wawondula yang merupakan satu-satunya pasar disana. Sewaktu SD saya sering diajak papi untuk melihat tempat kelahiran saya dan bertemu dengan tetangga yang bernama Bapak Sinar. Beliau tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan kami, memiliki 2 orang putri dan 1 putra. Putri pertamanya yang bernama Sinar.
Rumah tempat saya dilahirkan adalah rumah kontrakan kecil diWawondula, disitu dulunya tempat Papi menetap sebelum menikah dengan mami. Lokasi nya dekat dengan Terminal dan pasar Tradisional Wawondula yang merupakan satu-satunya pasar disana. Sewaktu SD saya sering diajak papi untuk melihat tempat kelahiran saya dan bertemu dengan tetangga yang bernama Bapak Sinar. Beliau tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan kami, memiliki 2 orang putri dan 1 putra. Putri pertamanya yang bernama Sinar.
Walaupun kami sudah pindah ke Sorowako, tapi papi masih sering datang seminggu kerumah bapak Sinar dan mengajak saya melihat-lihat usaha bapak Sinar yang berdagang Ular. Ya, beliau adalah pengusaha dibidang jual beli ular, mulai dari Ular yang masih hidup sampai kulit, bisa, dan jeroan ular juga dijualnya. Saya pernah sempat melihat proses "pembantaian" ular dirumahnya, mulai dari pengelupasan kulit ular sampai cara pengambilan jeroan ular. Waktu itu rasanya kagum bercampur jijik karena baru kali itu saya bisa melihat ular secara "live" plus cara membantai nya!! Hiiii....
Bapak Sinar dan papi biasa menantang saya untuk memegang ular, "Ully, coba ko pegang ekornya itu ular sawah", perintah papi. Saya hanya bisa menatap pucat ke ular itu dengan harapan tidak akan menggigit saat saya memegangnya. Bapak Sinar memegang tangan kanan saya sambil mendekati Ular itu. Oh iya besar ular sawah itu seperti lengan orang dewasa dan panjangnya sekitar 3-4 meter.
Saya tidak berteriak, saya hanya merasa geli saat menyentuh kulit ular itu. rasanya seperti memegang karpet plastik namun bersisik seperti ikan. Lama kelamaan saya jadi ketagihan megangin Ular, hehehehe...
Dalam sehari biasanya para pencari ular membawa berkantung-kantung ular mengunakan mobil Pick up. Jenis nya ada Ular sawah, Ular Pohon, Ular Cobra sampe kalajengking juga pernah ada. Dulu lokasi daerah sekitar Wawondula dan Sorowako masih dikelilingi hutan-hutan lebat, jadi wajar kalo mereka bisa dapat begitu banyak hasil tangkapan dalam sehari.
Sampai sekarang pun hutan-hutan sekitar sana masih terjaga, meski sudah ada beberapa areal yang telah dijadikan lokasi pemukiman warga dan areal pertanian.
Selain Bapak Sinar, ada juga teman papi yang bernama Om Ahmad. Dia adalah seorang Penjual Bakso di pasar itu. Setiap kali saya dan papi kesitu, pasti dikasih bakso gratis. Bakso om Ahmad termasuk bakso yang paling enak di Wawondula bahkan sampai sekarang. Terakhir saya mengunjungi Bakso Om Ahmad tahun 2009 dan rasanya hampir tidak berubah sejak dulu :)
Itulah sedikit pembukaan cerita saya di Blog ini.
Secepatnya akan saya update dengan kisah-kisah saya lainnya :)
Mumpung masih Ingat.... hehehhe...
See ya !!!


